Ketua TSAK Palangka Raya Meninggal Dunia, Pemkot Wajibkan Cek Kesehatan Sebelum Padamkan Api
Pemeriksaan kesehatan bagi seluruh relawan dan tim pemadam yang tergabung dalam satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi kewajiban sebelum memulai tugas setiap harinya.
PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mewajibkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh relawan dan tim pemadam yang tergabung dalam satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum memulai tugas setiap harinya.
Kebijakan ini diambil menyusul meninggalnya Ketua Tim Siaga Api Kelurahan (TSAK) Palangka, Akhmad Rizani (53), yang mengembuskan napas terakhir Kamis (27/8/2026) usai enam hari dirawat di RS Betang Pambelum.
Hal itu disampaikan Fairid saat melayat ke rumah duka di Jalan Mendawai VI Kota Palangka Raya Kamis sore.
"Kemarin kami hanya menyediakan pengecekan, siapa yang mau silakan. Sekarang diwajibkan. Sebelum memulai kegiatan, harus cek kesehatan dulu," kata Fairid.
Rizani diketahui memiliki riwayat hipertensi. Menurut Fairid, kondisi itu tidak menghalangi almarhum tetap turun ke lapangan bersama timnya.
"Tim dan relawan itu bekerja dari pagi sampai malam, setiap hari. Mereka juga manusia yang cukup luar biasa. Capeknya juga luar biasa," ujarnya.
Fairid membeberkan kronologi sebelum kondisi fisik Rizani menurun. Ia menyebut, tim Rizani sudah menyelesaikan pemadaman api di satu titik dan melapor bahwa tugas selesai.
Namun sebagai ketua tim, Rizani sempat kembali mengecek langsung kondisi lokasi.
"Keinginan almarhum ini sebenarnya mau mengecek, sambil mau buang air kecil. Sebelum itu, pada saat mengecek, beliau belum drop," kata Fairid.
Tak lama setelah itu, kondisi Rizani memburuk dan langsung dilarikan ke rumah sakit sejak Sabtu (22/8/2026) siang. Fairid menyebut tim pemadam biasanya bekerja hingga pukul 22.00–23.00 malam mengejar titik-titik api yang muncul.
Terkait biaya perawatan, Fairid memastikan Pemerintah Kota Palangka Raya menanggung seluruh biaya yang sempat dibayarkan keluarga saat Rizani masuk rumah sakit.
"Dari awal, baik dari rumah sakit sampai hari ini, kita memberikan perhatian dan bantuan dari pemerintah. Saat masuk ada uang yang dibayarkan sementara oleh keluarga, saat ini sedang kami ganti," terangnya.
Ahkmad Rizani meninggalkan seorang istri, Wahidah (33), dan empat anak, Rina Febriana (29), Fathul Muin (25), Nurhani Mauliada (14), dan Khairul Anwar (3). Ia telah menjabat Ketua TSAK Kelurahan Palangka selama lebih dari 10 tahun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

