Dua hari pasca kebakaran, Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, meninjau lokasi terjadinya kebakaran yang terletak di Jalan dr. Murjani Gg. Sari 45 Kota Palangka Raya, Selasa (14/7/2026). (Foto: Zailani/TIMES Indonesia)

Ruang Fiskal Terbatas, Wali Kota Palangka Raya Tetap Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Gang Sari

Di tengah ruang fiskal yang terbatas, Wali Kota Fairid memastikan bantuan tetap disalurkan kepada warga terdampak kebakaran.

TIMES Kalteng,Selasa 14 Juli 2026, 19:47 WIB
563
M
Muhammad Zailani

PALANGKA RAYADi sela peninjaun ke lokasi kebakaran di Jalan dr Murjani Gang Sari 45, Selasa (14/7/2026), Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, secara terbuka mengakui pihaknya menghadapi keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi fiskal yang tengah berjalan.

‎Pengakuan ini muncul saat ia ditanya soal ruang fiskal Pemkot Palangka Raya untuk menangani dampak kebakaran yang menelan kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar tersebut.

‎Meski demikian, Fairid memastikan bantuan tetap disalurkan kepada warga terdampak.

Untuk bantuan dana perbaikan rumah, ia memaparkan besarannya disesuaikan tingkat kerusakan, yakni Rp 12 juta untuk rumah rusak berat, Rp 7,5 juta untuk rusak sedang, dan Rp 5 juta untuk rusak ringan.

‎"Kalau dikatakan susah, ya susah. Tapi yang namanya masalah selalu datang, dan itulah tanggung jawab kita, bagaimana caranya untuk bisa tetap membantu," kata Fairid.

‎Fairid mencontohkan, situasi keterbatasan anggaran semacam ini bukan hal baru bagi pemerintah daerah.

‎Ia menyinggung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurutnya juga kerap menghadapi kondisi serupa, di mana Biaya Tak Terduga (BTT) nyaris tidak tersedia, namun penanganan tetap harus Jalan. 

‎"Contoh, misalkan karhutla, BTT-nya pun hampir tidak ada, tapi ya itulah tanggung jawab," ujarnya. 

‎Ia menyebut, tantangan seperti ini menjadi bagian dari realita yang harus dihadapi kepala daerah, baik wali kota maupun bupati, di tengah kebutuhan masyarakat yang mendesak namun sumber daya yang terbatas.

‎"Namanya bantuan masyarakat memerlukan, ada kalanya kita harus membantu, tapi sumbernya tidak ada. Itulah mungkin jadi kebijakan masing-masing daerah," katanya.

‎Meski mengakui keterbatasan tersebut, Fairid menegaskan pihaknya tetap akan mengupayakan solusi bagi warga terdampak kebakaran, termasuk skema subsidi silang untuk bantuan perbaikan bangunan, alih-alih bantuan penuh yang membutuhkan anggaran lebih besar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhammad Zailani
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kalteng, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.