Opsi Merger SD di Palangka Raya, Kadisdik dan Kepala Sekolah Beda Klaim
Kondisi sarana prasarana (sarpras) SDN 4 Palangka belakangan disorot publik karena belum memiliki pagar yang layak.Polemik muncul terkait opsi pembangunan fisik atau merger dengan sekolah lain.
PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, buka suara soal kondisi sarana prasarana (sarpras) SDN 4 Palangka yang belakangan disorot publik karena belum memiliki pagar yang layak.
Dijumpai TIMES Indonesia, Rabu (5/8/2026), Jayani mengawali penjelasannya dengan memuji sekolah tersebut.
"Sebetulnya kalau kita sendiri, kita menganggap sekolah ini termasuk sekolah yang bagus untuk penanganan anak inklusif," ujarnya mengawali perbincangan.
Ia menyebut kepemimpinan Kepala Sekolah Dr. Hartani dinilai telaten dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK), sehingga banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke SDN 4, bahkan dari luar zonasi.
Namun soal ketiadaan pagar yang layak dan fasilitas lain demi menjamin keamanan siswa di sekolah tersebut, penjelasan Jayani mengarah ke persoalan teknis.
Menurut Jayani, sekolah itu sebenarnya pernah memiliki pagar, namun berbahan kayu dan tidak permanen. Ia mengatakan kondisi ini termakan waktu hingga rusak.
"Rata-rata pagar yang dibuat itu tidak begitu permanen, karena dia mepet sekali dengan bahu jalan," ujarnya.
Ia menyebut posisi sekolah yang sempit dan berdekatan langsung dengan jalan menjadi kendala untuk membangun pagar permanen.
"Itu karakter sekolah itu, seandainya kita pagar full, seakan-akan dia kan tidak punya halaman lagi," katanya.
Soal kenapa perbaikan tak kunjung terealisasi, Jayani menjelaskan program revitalisasi sekolah tahun 2025 hanya mencakup rehab atap dan toilet.
Menurutnya, anggaran khusus untuk pembangunan pagar belum tersedia dalam skema tersebut. "Menu untuk pembuatan pagar itu masih belum ada, tahun 2026 ini mudah-mudahan ada menunya," ujarnya.
Ia bahkan sempat menyingung kemungkinan bantuan masuk lewat mekanisme anggaran perubahan, meski dengan nada yang tak terlalu meyakinkan. "Kalau di perubahan kan untuk paket fisik itu jarang," kata jayani.
Jayani menyebut Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya tengah mempertimbangkan opsi menggabungkan (merger) SDN 4 dengan SDN 2 Palangka di Jalan Rinjani, sebagai solusi atas keterbatasan lahan SDN 4.
Dia menyebut rencana itu kemungkinan direalisasikan tahun 2026 atau 2027. Dari penjelasannya, opsi merger ini disampaikan sebagai pertimbangan yang muncul dari sisi pihaknya.
Namun ketika dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 4 Palangka Dr. Hartani menyampaikan hal yang justru berbeda. "Saya yang mengusulkan, saya mengusulkan dua pilihan: satu, merger. Dua, revitalisasi." sebut Hartani.
Hartani mengatakan usulan itu turut disuarakan pihak lain dalam sebuah pertemuan di aula Dinas Pendidikan.
Ia menyebut anggota Komisi III DPRD Kota, Arif, turut mengusulkan opsi serupa. Ketua PGRI setempat, Sujianto, disebutnya juga menyampaikan usulan yang sama.
Hartani sendiri turut bersuara dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) setempat. "Kalau beliau yang usul, kenapa bertahun-tahun menggantung," ucapnya.
Dari dua opsi yang sempat diusulkan, Hartani menyatakan preferensinya jelas condong ke merger, bukan revitalisasi di lokasi yang sama. "Kalau final merger, jangan revit, karena buang-buang anggaran sayang duit negara," tegas Hartani.
Jayani sendiri mengakui karakter lahan SDN 4 Palangka yang sempit menjadi kendala untuk pembangunan pagar permanen tanpa mengorbankan halaman sekolah yang sudah terbatas.
Hingga berita dimuat, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya masih belum memberikan kepastian waktu terkait realisasi opsi merger maupun perbaikan pagar.
Jayani menyebut opsi tersebut masih dalam tahap pertimbangan. "Itu aja sih, tapi ini jadi perhatian kami, sekali lagi, opsi merger itu tadi akan kami pertimbangkan," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

