6.041 Warga Palangka Raya Kena ISPA selama Kemarau, Dinkes Siapkan 11 Ruang Oksigen
Lonjakan kasus ISPA ini muncul bersamaan dengan status kualitas udara Kota Palangka Raya yang beberapa hari terakhir berada dalam kategori tidak sehat.
PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat 6.041 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayahnya sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
Banyaknya kasus itu bertepatan dengan musim kemarau serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kota tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari 11 puskesmas se-Kota Palangka Raya, jumlah kasus ISPA tercatat 1.849 kasus pada Juni, naik menjadi 2.293 kasus pada Juli, sebelum turun ke 1.899 kasus pada Agustus—meski data Agustus baru mencakup 20 hari berjalan.
Dua puskesmas dengan jumlah kasus kumulatif tertinggi selama tiga bulan itu adalah Puskesmas Bukit Hindu dengan 1.053 kasus dan Puskesmas Pahandut dengan 1.047 kasus.
Disusul Puskesmas Panarung 610 kasus, Puskesmas Jekan Raya 592 kasus, dan Puskesmas Kayon 578 kasus.
Sementara itu, puskesmas dengan kasus paling sedikit tercatat di Puskesmas Rakumpit dengan 52 kasus selama tiga bulan.
Berikut rincian jumlah kasus ISPA di 11 puskesmas se-Kota Palangka Raya periode Juni-Agustus 2026:
| Puskesmas | Juni | Juli | Agustus | Total |
|---|---|---|---|---|
| Bukit Hindu | 367 | 397 | 289 | 1.053 |
| Pahandut | 352 | 411 | 284 | 1.047 |
| Panarung | 240 | 263 | 107 | 610 |
| Jekan Raya | 197 | 206 | 189 | 592 |
| Kayon (Sentinel ILI) | 126 | 172 | 280 | 578 |
| Menteng | 112 | 199 | 227 | 538 |
| Kereng Bangkirai | 137 | 173 | 194 | 504 |
| Marina | 110 | 158 | 107 | 375 |
| Tangkiling | 85 | 170 | 145 | 400 |
| Kelampangan | 107 | 126 | 59 | 292 |
| Rakumpit | 16 | 18 | 18 | 52 |
| Total | 1.849 | 2.293 | 1.899 | 6.041 |
Sementata, untuk data harian per 20 Agustus 2026 menunjukkan tren kasus ISPA masih berlangsung, dengan total 136 kasus tercatat pada hari itu.
Puskesmas Pahandut kembali mencatat jumlah tertinggi dengan 26 kasus, disusul Puskesmas Kayon 21 kasus dan Puskesmas Bukit Hindu 19 kasus.
Lonjakan kasus ISPA ini muncul bersamaan dengan status kualitas udara Kota Palangka Raya yang beberapa hari terakhir berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi itu merupakan imbas dari kabut asap dari karhutla yang menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah terjadi 265 kali sejak awal Juni 2026.
Menanggapi tren tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengimbau warga yang mengalami gejala batuk maupun flu untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Ia mengatakan Dinkes telah menyiapkan 11 ruang pelayanan oksigen yang tersebar di lima kecamatan sebagai antisipasi jika kasus ISPA terus meningkat.
"Harapannya jika ada warga kita yang mengalami batuk, filek untuk segera mungkin mendatangi fasilitas kesehatan," terang Riduan.
Ia juga menyatakan, pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan menyiapkan 11 tempat ruang pelayanan oksigen yang tersebar di lima kecamatan.
"Jadi harapan kami jika ada warga kita yang memang membutuhkan oksigen, bisa mendatangi tempat pelayanan kami di sebelas puskesmas," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

