Diduga Ada yang Bakar Lahan, Api Merembet ke Salah Satu Resto di Palangka Raya
Kebakaran resto ini terjadi di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa bulan terakhir.
PALANGKA RAYA – Resto Dasu House of Grill yang terletak di Jalan Yos Sudarso, pusat Kota Palangka Raya, ludes terbakar api, Jumat (28/8/2026) siang.
Api diduga berasal dari lahan kosong di belakang resto yang merembet akibat tiupan angin.
Pemilik usaha, Aruh Hanye Kamandanu (31), mengatakan dirinya mendapat kabar dari karyawan sekitar pukul 12.00 WIB bahwa ada kebakaran di lahan kosong belakang resto.
Mendengar hal tersebut, ia segera datang dan berusaha memadamkan api bersama karyawan agar tidak merembet ke bangunan.
"Sekitar jam 12 lewat itu karyawan saya hubungi, katanya ada kebakaran di belakang, jadi saya langsung ke sini. Langsung berusaha memadamkan api yang kebakaran di lahan sebelah," ucap Aruh.
Ia menyebut proses pemadaman sempat berlangsung sekitar setengah jam. Namun angin kencang membuat api yang semula di lahan kosong justru melompat ke area resto.
"Cuman mungkin gara-gara angin kencang sekali, jadi api itu terbang ke lokasi kita," ujarnya.
Aruh memastikan api memang berasal dari lahan kosong bergambut di belakang restonya, karena ia sendiri ikut memadamkan api hingga naik ke atas tembok pembatas. Namun soal penyebab munculnya api pertama kali, ia mengaku belum bisa memastikan.
"Katanya ada yang melihat membakar, cuma ya saya juga nggak bisa membenarkan apa nggak. Cuma itu kata mereka, ada yang melihatnya langsung, ada saksi juga," ungkapnya.
Sementara itu, Nur Sidah (40), asisten rumah tangga (ART) di rumah sebelah lokasi kejadian, mengaku sempat melihat dua pria paruh baya di sekitar lahan kosong tersebut sesaat sebelum asap tebal muncul.
Saat ditanya, keduanya mengaku hanya sedang membersihkan lahan. "Saya ke belakang ada asap tebal. Saya tanya ngapain di sini, katanya cuma bersih-bersih aja," terang Nur Sidah.
Ia mengaku tidak berani menegur lebih jauh karena salah satu dari pria itu membawa arit.
Akibat kebakaran tersebut, Aruh menaksir kerugian materiil mencapai Rp200-300 juta. Sebagian besar peralatan usahanya, termasuk delapan hingga sepuluh unit freezer, tidak sempat diselamatkan hanya dua unit yang berhasil dikeluarkan dari lokasi.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Aruh menyebut lima karyawan yang bertugas pada shift pagi seluruhnya selamat.
Aruh berharap pihak kepolisian menindak tegas jika benar ditemukan unsur kesengajaan dalam penyebab kebakaran lahan tersebut, mengingat dampaknya telah merembet ke usahanya.
"Kalau bisa ditindak setegas-tegasnya. Ini cari tahu dulu kebenarannya. Waktu itu kita nggak tahu apa-apa, tiba-tiba malah imbasnya rumah makan saya yang kebakar," harapnya.
Ia turut mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat membersihkan lahan mengingat kondisi tanah di kawasan tersebut yang bergambut dan mudah terbakar, apalagi di kawasan padat permukiman dan usaha.
Kebakaran resto ini terjadi di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa bulan terakhir. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

