Dua Balita Tewas Terjebak Api, Kebakaran Barak Kayu di Palangka Raya Berlangsung Cepat
Informasi kebakaran diterima layanan darurat 112 Pemkot Palangka Raya pukul 13.59 WIB. Petugas Damkar yang baru selesai menangani kebakaran lahan langsung meluncur ke lokasi.
PALANGKA RAYA – Kobaran api kembali menghanguskan permukiman warga di Jalan Mendawai 1, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Selasa (11/8/2026) siang.
Dua balita kabarkan tewas dalam peristiwa ini. Dua korban jiwa itu adalah Nela (4) dan Dion (2). Ibu keduanya turut mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan anak-anaknya.
Informasi kebakaran diterima layanan darurat 112 Pemkot Palangka Raya pukul 13.59 WIB. Petugas Damkar yang baru selesai menangani kebakaran lahan langsung meluncur ke lokasi.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati empat bangunan kayu terbakar. Terdiri dari dua rumah tinggal dan dua barak, salah satunya barak dua pintu di bagian belakang.
"Ada empat bangunan di sini, semua kayu. Dua rumah, satu rumah yang dijadikan barak, dan satunya lagi barak dua pintu di bagian belakang," sebut Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya Alfrianto.
Titik api diduga berasal dari bangunan paling belakang. Namun penyebab pastinya masih terus didalami lewat investigasi yang rencananya digelar keesokan harinya.
"Untuk lebih jelasnya nanti kita lakukan investigasi, mungkin besok, terkait apa yang jadi penyebabnya," ujarnya
Di tempat yang sama, Lurah Palangka, Dawid, menyebut saat kejadian ada seorang ibu bersama tiga anaknya di dalam bangunan. Satu di antaranya bayi yang sedang disusui, dua lainnya Nela dan Dion.
Saat api membesar, sang ibu membawa bayinya keluar lebih dulu. Namun lajunya api membesar membuat Nela dan Dion tak sempat dievakuasi. "Ketika mereka sadar, api sudah besar," kata Lurah.
Ibu tersebut mengalami luka bakar di tangan dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Bayinya selamat dan untuk sementara dititipkan ke tetangga.
Jenazah Nela dan Dion kini berada di kamar jenazah RSUD Doris Sylvanus, menunggu tim forensik untuk proses otopsi.
Sementara itu, Mulyadi (44), tetangga korban yang rumahnya ikut terdampak, mengaku tak menyadari ada kebakaran hingga mendengar keributan dari arah barak.
"Ada teriakan, di rumah anak-anak ribut, ada suara aduh-aduh. Dikeluarin ibunya, ada bayi di luar sudah," ujar Mulyadi.
Mulyadi lantas mengangkat bayi yang sudah ada tergeletak dari jembatan kayu kecil penghubung antar bangunan barak. Ia kaget mendapati tubuh bayi itu sudah panas dan memerah.
"Ketika saya angkat bayi itu, badannya panas dan merah. Ternyata api sudah besar," lanjutnya
Mulyadi mengaku sama sekali belum tahu ada kebakaran sebelum keributan itu terdengar. "Belum tahu ada api," katanya.
Rumah Mulyadi sendiri ikut ludes terbakar bersama bangunan lainnya.
Sementara mengenai penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

