PWNU Kalteng Belum Tentukan Arah Dukungan Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU
jajaran pengurus PWNU Kalteng saat memberikan keterangan terkait sikap PWNU Kalteng yang belum menentukan dukungan calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU, di Sekretariat PWNU Kalteng, Palangka Raya. Senin (24/8/2026).(Foto: Zailani/TIMES Indonesia)

PWNU Kalteng Belum Tentukan Arah Dukungan Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Tengah, Dr HM Wahyudie F Dirun mengatakan arah suara Kalteng baru akan diputuskan di lokasi muktamar, bukan sebelum berangkat.

TIMES Kalteng,Senin 24 Agustus 2026, 17:35 WIB
92
M
Muhammad Zailani

PALANGKA RAYASebanyak 15 suara dari Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi bilangan yang diperebutkan dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. 

‎Hingga menjelang keberangkatan ke Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Kalimantan Tengah belum menjatuhkan pilihan kepada satu pun kandidat, Senin (24/8/2026). 

‎Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Tengah, Dr. H. M Wahyudie F. Dirun, mengatakan arah suara Kalteng baru akan diputuskan di lokasi muktamar, bukan sebelum berangkat.

‎‎"Nanti pada saat pembukaan Muktamar, Ketua PCNU akan menghubungi kami, terutama saya, untuk melihat ke mana suara PWNU Kalteng akan diarahkan sambil melihat perkembangan," kata Dirun di Sekretariat PWNU Kalteng, Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya.

‎Bobot suara Kalteng berasal dari 14 Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Kalteng ditambah satu suara PWNU. "Ada 14 suara dari Kalteng yang akan berlabuh. Biasanya suara tersebut berasal dari PW dan PC, jadi bukan per orang. Misalnya satu PC mendapatkan satu suara," terangnya.

‎Delapan nama disebut PWNU Kalteng tengah ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat yakni, Ketua Umum petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) , Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Juga, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dan Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar.

‎Ketua PWNU Kalteng Wahyudie F Dirun menegaskan Kalteng tidak akan sekadar mengikuti arus dukungan mayoritas dari provinsi lain. Menurutnya Syarat utamanya calon Ketua PBNU akan datang tidak hanya mengurus isu nasional, tapi juga memberi perhatian nyata ke daerah.

‎"Harapan kami, kandidat yang akan datang adalah orang-orang yang tidak hanya memikirkan persoalan nasional. Walaupun secara nasional memang perlu, tetapi juga harus memperhatikan daerah," ungkapnya.

‎Selain memilih Ketua Umum PBNU lewat mekanisme yang selama ini menggunakan sistem one man one vote, Muktamar ke-35 turut memilih Rais Aam melalui musyawarah kiai senior yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Opsi penggunaan sistem AHWA untuk pemilihan Ketua Umum, kata Wahyudie F Dirun, juga akan dibahas di Komisi Organisasi.

‎‎Muktamar ke-35 NU sendiri akan diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2026 mendatang di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhammad Zailani
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kalteng, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.