https://kalteng.times.co.id/
Olahraga

Pelatih Arsenal Soroti Keputusan Wasit Terkait Hadiah Penalti

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:31
Arsenal Gagal Manfaatkan Kekalahan Man City, Arteta Soroti Hadiah Penalti Momen insiden handball bek Forest, Ola Aina saat laga melawan Arsenal. (foto: Arsenal.com)

TIMES KALTENG, JAKARTAArsenal kembali menyia-nyiakan peluang untuk memperlebar jarak di puncak klasemen Liga Inggris setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Nottingham Forest. Hasil ini membuat The Gunners gagal memaksimalkan kekalahan Manchester City, yang sebelumnya tumbang 0-2 dari Manchester United.

Kemenangan seharusnya bisa membawa Arsenal unggul hingga sembilan poin atas Manchester City. Namun, hasil imbang di City Ground justru menambah daftar kesempatan terlewat bagi pasukan Mikel Arteta dalam persaingan gelar juara musim ini. Saat ini, Arsenal mengemas nilai 50, unggul tujuh poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua.

Hasil tersebut juga mencatatkan rekor yang kurang menggembirakan bagi Arsenal. Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, mereka mencatat dua hasil imbang tanpa gol secara beruntun di Liga Inggris, setelah pekan sebelumnya juga ditahan Liverpool.

Sorotan utama laga ini tertuju pada insiden handball bek Forest, Ola Aina, sekitar 10 menit menjelang pertandingan berakhir. Dalam situasi tersebut, Aina berusaha mengontrol bola pantul di dalam kotak penalti saat mendapat tekanan dari Gabriel Jesus dan bersenggolan dengan rekan setimnya, Elliot Anderson.

Bola sempat mengenai bahu Aina sebelum memantul ke lengannya ketika sang pemain mencoba berbalik arah. Insiden itu memicu protes keras dari Arteta dan para pemain Arsenal yang menuntut hadiah penalti. Namun, wasit tetap melanjutkan pertandingan.

Premier League Match Centre melalui akun resminya di platform X menjelaskan bahwa keputusan wasit telah ditinjau oleh VAR dan dinyatakan benar. VAR menilai bola terlebih dahulu mengenai bahu Aina dan posisi lengannya berada dalam posisi natural, sehingga tidak memenuhi unsur pelanggaran handball.

Meski demikian, Arteta bersikukuh bahwa timnya dirugikan oleh keputusan tersebut. Ia menilai Arsenal telah kehilangan penalti yang “sangat jelas” di momen krusial pertandingan.

Di sisi lain, pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche, justru menilai keputusan wasit sudah tepat. Menurutnya, jika insiden semacam itu dianggap pelanggaran, maka esensi permainan sepak bola bisa hilang.

“Kalau hal seperti ini mulai dianggap handball, lebih baik kita hentikan saja sepak bola. Kita harus sangat berhati-hati. Aturannya harus jelas,” ujar Dyche.

Ia bahkan menyoroti isu lain yang menurutnya lebih perlu diperhatikan. “Yang seharusnya disorot justru pemain yang berpura-pura cedera. Itu bentuk diving versi baru,” tambahnya.

Pendapat serupa disampaikan mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann. Ia menilai perangkat pertandingan telah mengambil keputusan yang tepat karena posisi lengan Aina dekat dengan tubuh dan masih dalam batas wajar.

Namun, insiden tersebut memecah pendapat para pengamat. Mantan winger Chelsea, Pat Nevin, menilai ada pergerakan lengan Aina ke arah bola. Sebaliknya, legenda Liverpool Steven Gerrard menyebut keputusan penalti akan terlalu lunak jika diberikan dalam situasi tersebut.

Hasil imbang ini membuat Arsenal tetap bertahan di puncak klasemen, namun gagal menjauh dari para pesaing. Nottingham Forest menjadi tim kedua musim ini yang mampu meredam Arsenal tanpa kebobolan, setelah sebelumnya Liverpool juga melakukan hal serupa.

Dengan persaingan gelar yang kian ketat, kegagalan memanfaatkan momentum seperti ini bisa menjadi faktor penentu bagi Arsenal di akhir musim. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Kalteng just now

Welcome to TIMES Kalteng

TIMES Kalteng is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.